google.com, pub-4323562692114859, DIRECT, f08c47fec0942fa0 DATU ACA DAN RATU TIKUS - Cerita Rakyat

DATU ACA DAN RATU TIKUS

 



sumber gambar : https://www.pngwing.com/id/free-png-beupm


Ada cerita tentang seorang kepala desa, bernama Datu Aca, yang berumah di Tundung, sebelah timur desa sukadana, distrik rarang barat. Datu aca tadi senang berladang di gunung sawia di desa sukadana, di situ ia menanam buah peranggi, sonda-sonda, semangka, jagung dan ketela. Jika sudah masanya berbuah. Datu aca lalu menginap menunggu ladangnya , membuat pondok di gunung sawia.

Pada suatu malam, waktu tengah malam. Datu aca ingin sekali kencing. Tatkala kencing air kencingnya jatuh dalam tempurung kelapa. Dari kehendak dewa air kencing datu aca itu terminum oleh ratu tikus.

Sesudah ratu tikus tadi minum air kencing datu aca, ia tiba-tiba jadi bunting, dan akhirnya melahirkan anak. Atas kehendak dewa anak tadi menjadi manusia, seorang gadis cantik. Induknya selalu membanya ke mana-mana, menyusup ke ladang peranggi, sonda, jagung di gunung sawia, ladang kepunyaan datu aca. Malam hari ia ke luar dari liangnya untuk makan peranggi dengan induknya. Siang hari ia tidak ke luar tapi tinggal dalam liang saja dengan induknya di ladang peranggi. Tak seorang pun yang tahu.

Setelah anak tikus tadi berumur enam tahun, datu aca kebetulan berjalan-jalan keliling ladang peranggi memetik buah peranggi. Ia melihat anak tikus, dengan induknya, lalu ditangkapnya, tetapi induknya lari. Anak tikus itu lalu dibawa pulang oleh datu aca, dibawa ke pondoknya. Di situ dipeliharanya baik-baik, diberi kain dan baju, makan dan minum. Tetapi ibunya ratu tikus tiap malam mengunjungi anaknya di pondok datu aca, tanpa diketahui oleh datu aca, bahwa anak tadi beribukan seekor tikus. Lama-lama anak tadi menjadi gadis, lalu dikawin oleh datu aca. Sesudah dikawin, tak antara lamanya ia mengandung. Setelah genap bulannya ia melahirkan seorang anak perempuan. Datu aca segera membuat ayunan untuk anak perempuannya itu. Bila anaknya tidur datu aca pergi ke ladang dan anaknya ditinggal sendiri dalam ayunan. Tikus nenek lalu menengok cucunya yang tidur nyenyak. Ibunya dia saja, tahu bahwa yang mendekati anaknya ialah ibunya sendiri. Datu aca tidak mengerti, bahwa ibu mertuanya seekor tikus.

Pada suatu hari isteri datu aca pergi ke sungai untuk mengambil air dan mencuci popok. Datu aca tinggal dalam pondoknya menunggu anaknya dalam ayunan. Tidak antara lama si tikus pergi mendekati tempat tidur cucunya. Setelah datu aca melihat ada seekor tikus dalam tempat tidur anaknya,lalu segera dipukulnya dengan sepotong kayu hingga mati. Setelah datu aca membunuh tikus, bangkainya dibuang di jurang montong tundung, di sebelah timur sukadana. Oleh karena itu isterinya bertambah kerap pergi ke sungai untuk dapat mengunjungi bangkai iunya. Kalau sudah sampai di sana, ia selalu menangis sampai berjam-jam, sambil meratap ...... “kalau yang mati manusia, kita mendengar buyi alu berdentang-dentang, sekarang ibuku mati, keadaan sunyi seperti jarum besi.” Begitulah ia menangis meratap tiap-tiap kali ia melihat bangkai ibunya. Kalau pergi ke sungai, ia tidak lekas-lekas pulang, dan bila ia pulang, rupanya kelihatan seperti orang baru menangis.

Hal ini lalu diketahui datu aca, pikirnya “apakah sebabnya gerangan, bia ia pergi ke sungai maka dia tak lekas kembali, dan bila dia kembali, kelihatan seperti baru menangis” begitu pikir datu aca. Waktu isterinya ke sungai lagi, lalu di intipnya.

Sampai di jurang tundung isterinya, terus mendekati bangkai tikus, lalu menangis, meratap seperti yang sudah-sudah.

Setelah mendengar oleh datu aca, lalu isterinya yang sedang membelai bangki tikus tadi didekatinya dan ditanya. Isterinya terkejut, karena ketahuan menangisi bangkai tikus, lalu berkata terus terang kepada datu aca bahwa tikus yang dibunuhnya itu sesungguhnya ibunya, oleh karena itu ia menangis.

Datu aca berkata kepada isterinya. “kalau begitu, marilah kita pelihara baik-baik tak usah berkecil hati, kita kuburkan dan mengadakan selamatan sekali, sudah jangan susah-susah lagi. “datu aca lalu menguburkan ibu mertuanya dan mengadakan selamatan. Setelah ini suasana menjadi baik kembali.

Itulah sebabnya sampai sekarang di lombok orang tahu tentang datu aca. Apabila ada orang membunuh tikus di ladangnya, yang sedang makan padi, lalu ia mengunjungi makam tikus dan makam datu aca yang keramat di jurang tundung membawa bubur lima macam; nasi bembam, apem, gula kelapa, ketupat, mengambil air dari makam tikus untuk membuat bubur bagi padi di ladang yang baru dimakan tikus (atas izin Nya tak ada gangguan tikus lagi)

 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "DATU ACA DAN RATU TIKUS"

Post a Comment