google.com, pub-4323562692114859, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Burung Gagak dan Anjing Hutan - Cerita Rakyat

Burung Gagak dan Anjing Hutan

pada suatu hari yang sangat panas, terdapat seokor anjing hutan berjalan menyusuri tepi hutan, mencari mangsa. sial baginya, setengah harian ia mencari mangsa kian ke mari, belum juga berhasil. perutnya melilit-lilit sangat laparnya.

kena hembusan angin yang sepoi-sepoi, anjing hutan tertidur. dalam tidurnya bermimpi, elihat seekor anak kancil. segera disergapnya, darahnya diminum dan dagingnya dimakan. lezat rasanya. pulih kembali badannya menjadi segar.

sedang enak-enaknya bermimpi, ia terkejut dan terbangun. kepalanya kejatuhan dahan yang patah. serta ia menengadah ke atas, dilihatnya, seekor burung gagak bertengger pada sebuah dahan. pada paruhnya, menggondol seekor daging. melihat akan daging itu, anjing hutan melelehkan air liur. timbul dari hatinya yang jahat akan menipu burung gagak.

"hai sahabatku, burung gagak!" tegur anjing hutan dengan ramahya. sudah lama kita tidak berjumpa. apa kabar bagimu? baik bukan!"

burung gagak insyaf, bahwa sedang ditipu. karenanya diam saja.

"marahkan engkau, sahabatku," anjing hutan melanjutkan katanya. "apakah gerangan kesalahanku, sehingga menjadikan tidak senangnya burung gagak. ah! sungguh aku sangat menyesal. ini berarti aku akan kehilangan sahabat yang sangat berbudi. bulunya yang kehitam-hitaman, menadakan ketulusan hatinya. paruhnya yang kuat, menandakan halus budi bahasanya ...."

mendengar pujian anjing hutan, burung gagak mulai terkena, dipandangnya anjing hutan tajam-tajam. anjing hutan mengetahui, bahwa siasatnya kena, maka ia melanjutkan pujiannya. "matanya yang awas, menandakan kewaspadaanya. 

ah! kurang kata-kata tetang diri burung gagak, yang begitu manis dan cantik. betapa merdu suaranya, kalau ia bernyanyi. pasti akan merajai segala binatang."

burung gagak kena perangkap. ia tidak dapat mengendalikan dirinya, karena pujian anjing hutan yang begitu manis. hatinya sebesar gunung. segera ia menggerakkan paruhnya, "Ga...," baru saja paruh terbuka, daging yang digondol melayang jatuh. dengan tangkas dan sigapnya, anjing hutan menyambar daging itu. sambil berlari kegirangan, anjing hutan berseru, "sudahlah gagak, pecah rasa telingaku mendengar suaramu."

dengan sangat menyesal, burung gagak terbang, sambil berbunyi : gak! gak! gak

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Burung Gagak dan Anjing Hutan"

Post a Comment