Bawang Putih dan Bawang Merah
pada zaman dahulu, di sebuah desa bernama desa Dadapan, hidup seorang janda. Ia ternama dengan sebutan Mak Janda Dadapan.
Mak janda, mempunyai seorang anak kandung bernama Bawang Merah, dan seorang anak tiri bernama Bawang Putih. Terhadap kedua anak itu, mak janda sangat berat sebelah. Anak kandungnya dimanjakan. Segala maunya diiakan. Terhadap anak tirinya sangat kejam. Segala pekerjaan, mencuci, memasak, menyapu dan lain sebagainya dibebankan kepada Bawangputih. Sehari-hari Bawang putih bekerja keras. Salah sedikit saja, ia dihajar habis-habisan.
pada suatu hari, bawang putih disuruh mencuci. ia mencuci di kali. setengah hari ia mencuci baru selesai. karena lengahnya disebabkan terlalu capai, bawang putih tidak mengetahui bahwa cucianya hilang satu. kemungkinan hanyut. serta diketahui oleh emaknya cuciannya kurang satu. kemungkinan hanyut. serta diketahui oleh emaknya cuciannya kurang satu, ia mendapat marah besar. ia dipukul dengan penjalin sampai luka-luka (babak belur). disuruhnya bawang putih mencari baju yang hilang itu samapi ketemu.
bawang putih berangkat mencari baju yagn hanyut. sepanjang jalan ia meneteskan air mata. perutnya sangat lapar, karena belum diberi makan. ia berjalan menyusur di tepi sungai, mengikuti arus sungai. tiap berjumpa dengan orang yang ada di sungai, ditanya kalau-kalau melihat sebuah baju yang hanyut.
pada suatu tempat, ia berjumpa dengan orang laki-laki sedang memandikan kuda. bawang putih bertanya, "Paman! paman! Paman yang sedang memandikan kuda. tahukah paman sebuah baju yang hanyut?" "Tidak nak, coba tanyakan kepada bapak yang sedang mengail itu, "jawab paman yang sedang memandikan kuda. pegilah bawang putih ke tempat orang yang sedang mengail. katangay, "Bapak! Bapak! Bapak yang sedang mengail tahukah bapak sebuah baju yang hanyut? jawab orang tadi, "Tidak anakku, coba tanyakan kepada emak yang mencuci beras di bawah sana."
dengan semponyongan bawang putih berjalan lagi, menyusuri sungai itu. capainya bukan buatan, kakinya sampai pegal-pegal. ia berjalan sedah sangat jauhnya, sampai di tepi hutan. serta sampai di tempat orang mencuci beras, bawang putih bertanya, "Wmak! Emak! Emak yang sedang mencuci beras, tahukah emak sebuah baju yang hnyaut?" "O, ya. tadi saya melihat baju hanyut, lalu saya pungut. "Jawab orang itu. "Marilah ikut saya ke rumah, nanti saya kembalikan." Bawang putih sangat girang mendengar jawaban itu. dimintanya bakul dan tempayan untuk dibawakan, karena bawang putih tidak sampai hati melihat nenek-nenek membawa barang-barang yang berat itu.
0 Response to "Bawang Putih dan Bawang Merah"
Post a Comment